PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG
LAUT
MENGGUNAKAN
TEKNOLOGI OSCILATING WATER COLUMN DI PERAIRAN BALI
Untuk Memenuhi Tugas Fisika Teknik II
Dosen :
Ika
Nurjannah Spd, M.T
Penyusun:
Randy Ilham Eko Laksono (16050524011)
Adam Akbar (16050524012)
Farid Indra Aziz (16050524013)
Muhammad Nurul Huda (16050524014)
Ahmad Hafid Abdullah (16050524015)
S1 Pendidikan Teknik Mesin
Jurusan Teknik Mesin
Fakultas Teknik
Universitas Negeri Surabaya
2017
Kata Pengantar
Dengan
menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami haturkan
puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah
yang berjudul “Pembangkit Listrik Tenaga
Gelombang Laut Menggunakan Teknologi Oscilating Water Column Di Perairan Bali” dengan baik.
Adapun Makalah yang berjudul “Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut Menggunakan
Teknologi Oscilating Water Column Di Perairan Bali” ini telah kami rangkai dan dengan bantuan
berbagai pihak. Sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu
kami selaku penyusun tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini jauh dari
sempurna, baik dari segi penyusunan, bahasa, ataupun penulisannya. Oleh karena
itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, khususnya dari
dosen mata kuliah ini guna menjadi acuan dalam bekal pengalaman bagi kami untuk
lebih baik di masa yang akan datang.
Akhirnya penyusun mengharapkan
semoga dari Makalah yang berjudul “Pembangkit
Listrik Tenaga Gelombang Laut Menggunakan Teknologi Oscilating Water Column Di
Perairan Bali” ini dapat diambil hikmah, manfaatnya,
wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua. Sehingga dapat memberikan
inspirasi terhadap pembaca.
Surabaya,
14 April 2017
Penyusun
Daftar
Isi
Kata Pengantar
................................................................................................................. i
Daftar Isi .......................................................................................................................... ii
Bab I
Pendahuluan
Latar Belakang
................................................................................................................. 1
Rumusan Masalah
........................................................................................................... 2
Tujuan
.............................................................................................................................. 2
Manfaat
............................................................................................................................ 2
Bab II
Pembahasan
2.1
Pembangkit Listrik
Tenaga Gelombang Laut- Oscilatting Water Column ............... 3
2.1.1
Gelombang
............................................................................................... 3
2.1.2
Pengaruh Angin
....................................................................................... 4
2.1.3
Desain PLTGL-OWC .............................................................................. 5
2.1.3.1
Komponen dasar PLT gelombang laut
......................................... 5
2.1.3.2
Cara Kerja
PLTGL-OWC ............................................................. 5
2.1.4
PLTGL-OWC ........................................................................................... 6
2.1.4.1
Teknologi OWC
............................................................................ 6
2.1.4.2
Kerapatan energi yang dihasilkan PLTGL-OWC ......................... 7
2.2
Metode Analisis ......................................................................................................... 8
2.3
Pembahasan ............................................................................................................... 6
Bab III
Penutup ............................................................................................................................. 10
Daftar Pustaka
................................................................................................................... 21
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latarbelakang
Seiring
dengan perkembangan peradaban manusia, tingkat kebutuhan energi manusia juga semakin
meningkat. Pemenuhan energi ini sebagian besar berasal dari pembakaran bahan bakar
fosil yang berumur jutaan tahun dan tidak dapat diperbaharui dan sebagian kecil
saja yang berasal dari penggunaan sumber energi lain yang lebih terbarukan.
Melihat topografi pulau Bali yang dikelilingi oleh laut, jenis pembangkit
listrik tenaga gelombang laut sangat cocok dibangun di Bali. Selain ramah
lingkungan,dalam pembangunan dan pengoperasiannya tidak akan merusak ekosistem
alam di Bali, sehingga Bali akan tetap menjadi daerah tujuan wisata yang terkenal
dengan keindahan alamnya.
Saat ini
telah banyak jenis teknologi yang dikembangkan pada pembangkit listrik tenaga
gelombang laut,diantaranya: teknologi buoy tipe, teknologiovertopping
devices, dan
teknologi Oscilatting watercolumn. Bali sendiri, teknologi yang cocok dikembangkan
adalah pembangkit listrik tenaga gelombang laut dengan teknologi oscilating
watercolumn (PLTGL-OWC).
Salah satu lokasi di Bali yang potensial untuk didirikan pembangkit listrik
tenaga gelombang laut dengan teknologi oscilatting watercolumn
ini adalah di laut yang ada di kawasan Jimbaran.
Berdasarkan
masalah tersebut diatas, maka perluadanya penelitian lebih lanjut mengenai
potensi penggunaan pembangkit listrik tenaga gelombang laut dengan teknologi oscilatting
water column(PLTGL-OWC)
yang berlokasi di laut yang ada dikawasan Jimbaran. Dari uraian di atas, dapat dirumuskan
beberapa masalah yang perlu diteliti lebih lanjut, adalah berapakah besar
energi dan dayalistik yang mampu dihasilkan gelombang laut dengan penggunaan
teknologi oscilatting water column(OWC) di laut yang ada di kawasan
Jimbaran? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya
energi yang dihasilkan gelombang laut dengan penggunaan teknologi oscilatting
water column (OWC)
di laut yang ada dikawasan Jimbaran. Manfaat penelitian ini dapat digunakan
sebagai acuan untuk perencanaan pembangunan suatu pembangkit listrik tenaga gelombang
laut di laut yang ada di kawasan Jimbaran, sehingga diharapkan nantinya mampu membangkitkan
daya listrik guna melayani konsumen yang ada di pulau Bali
1.1.
Rumusan masalah
Berapakah besar energi dan dayalistik
yang mampu dihasilkan gelombang laut dengan penggunaan teknologi oscilatting
water column(OWC)
di laut yang ada di kawasan Jimbaran?
1.2.
Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk :
a) Untuk Mengurangi ketergantungan pembangkit listrik bahan
bakar fosil
b)
Untuk mengetahui cara kerja PLTGL
c) Untuk mengetahui apa itu teknologi oscilatting
water column(PLTGL-OWC)
d)
Untuk mengetahui daya listrik yang
dihasilkan gelombang laut dengan PLTGL-OWC.
1.3.
Manfaat
Manfaat
yang diharapkan dari penulisan makalah ini adalah :
a.
Mengetahui PLTG yang ramah
lingkungan
b. Memahami cara kerja PLTG
c.
Mengetahui apa itu teknologi oscilatting
water column(PLTGL-OWC)
d.
Mengetahui daya listrik yang
dihasilkan gelombang laut dengan PLTGL-OWC
BAB II
PEMBAHASAN
2.
GELOMBANG LAUT
Prinsip
dasar terjadinya gelombang laut adalah sebagai berikut (waldopo,2008): ”
Jika ada dua massa benda yang berbeda kerapatannya ( densitasnya) bergesekan
satu sama lain, maka pada bidang geraknya akan terbentuk gelombang. ”Gelombang merupakan gerakan naik
turunnyaair laut. Hal ini seperti ditunjukkan pada gambar 1.
Gambar
1. Gambar pergerakan air laut.
(Sumber: Waldopo ,2008)
Gejala
energi gelombang bersumberpada fenomena-fenomena sebagai berikut(Pudjanarsa, 2006):
a.
Benda (body) yang bergerak pada atau dekat permukaan yang menyebabkan terjadinya gelombang dengan periode kecil, energi kecil pula.
b.
Angin merupakan sumber penyebab utama gelombanglautan.
c.
Gangguan seismik yang menyebabkan terjadinya gelombang pasang atau tsunami. Contoh gangguan seismic adalah: gempa bumi, dll.
d.
Medan gravitasi bumi dan bulan penyebab gelombang-gelombang besar, terutama menyebabkan gelombang pasang yang tinggi.
Selanjutnya
gelombang laut ditinjau dari sifat pengukurannya dibedakan menurut ketinggian
serta periode alunannya. Dari kebanyakan data yang ada,tinggi gelombang lautan
dapat diukur melalui alatukur gelombang ataupun dengan cara visual dengan melakukan
pengamatan langsung di lapangan. Gelombang laut sukar dijabarkan dengan pasti,tetapi
dapat diformulasikan dengan pendekatan. Berbagai macam teori pendekatan
digunakan untuk
memberikan informasi ilmiah tentang
sifat gelombang lautan pada suatu tingkat fenomena yangaktual. Suatu teori
sederhana tentang gelombang lautan dikenal sebagai teori dari Airy atau teori gelombang
linier.Selanjutnya para ahli membedakan sifatgelombang laut sebagai gelombang
linier dangelombang non-linier.
2.1
Pengaruh angin
Angin
adalah sumber utama terjadinya gelombang lautan. Dengan demikian tinggi gelombang,
periode, dan arah gelombang selalu berhubungan dengan kecepatan dan arah
angin.Angin dengan kecepatan rendah akan menyebabkan kecilnya tinggi gelombang
dan rendahnya periode gelombang yang terjadi, sedangkan angin yang kuat dan
angin ribut akan menyebabkan variasi tinggi serta periode gelombang serta
mengarah ke berbagai penjuru. Pada kondisiangin yang baik, gelombang laut dapat
diobservasisecara random, baik untuk tinggi, periode, maupunarahnya. Angin
memberikan pengaruh yang besarterhadap terjadinya gelombang laut sehingga
efisiensihampir semua pesawat konversi energi gelombanglaut dipengaruhi oleh
frekuensi angin yang terjadi sepanjang tahun pada suatu zone lautan
tertentu.Gambar 2 menunjukkan suatu spektrum periodegelombang untuk berbagai
variasi kecepatan angin.
Gambar 2. Spektrum periode gelombang
untuk
berbagai kecepatan angin (
Pudjanarsa,2006)
2.2 DisainPembangkitListrikTenaga
(PLT) GelombangLaut
2.2.1 Komponendasar PLT
gelombanglaut
Konstruksipembangkitlistriktenaga (PLT)gelombangterdiridarimesinkonversienergygelombang,
turbin, generator.
a. Mesin konversi energi gelombang laut
Berfungsi
untuk menyalurkan energi kinetik yangdihasilkan oleh gelombang laut yang
kemudiandialirkan ke turbin.
b. Turbin
Berfungsi
untuk mengubah energi kinetikgelombang menjadi energi mekanik yangdihasilkan
oleh perputaran rotor pada turbin.
c. Generator
Di dalam
generator ini energi mekanik dari turbindirubah kembali menjadi energi listrik
atau bolehdikatakan generator ini sebagai pembangkittenaga listrik.
2.2.2 Cara kerja PLT
gelombanglaut
Sistem
pembangkitan pada pembangkit listrik tenaga gelombang ini dapat dijelaskan
melalui skemadibawah ini.
Gambar 3. Skema sistem
pembangkitan Pembangkit
ListrikTenagaGelombang
Pertama-tama
aliran gelombang laut yangmempunyai energi kinetik masuk kedalam mesinkonversi
energi gelombang. Kemudian dari mesinkonversi aliran gelombang yang mempunyai
energikinetik ini dialirkan menuju turbin. Di dalam turbin ini, energi kinetik yang
dihasilkan gelombangdigunakan untuk memutar rotor. Kemudian dariperputaran
rotor inilah energi mekanik yangkemudian disalurkan menuju generator. Di
dalamgenerator, energi mekanik ini dirubah menjadi energilistrik (daya
listrik). Dari generator ini, daya listrik
yang dihasilkan dialirkan lagi menuju
sistem tranmisi(beban) melalui kabel laut. Daya listrik yangdisalurkan melalui
kabel laut ini adalah daya listrikarus searah (DC).
2.3.
PLTGL-OWC
OWC
merupakan salah satu sistem dan peralatanyang dapat mengubah energi gelombang
laut menjadienergi listrik dengan menggunakan kolom osilasi.Alat OWC ini akan
menangkap energi gelombangyang mengenai lubang pintu OWC, sehingga
terjadifluktuasi atau osilasi gerakan air dalam ruang OWC,kemudian tekanan
udara ini akan menggerakkanbaling-baling turbin yang dihubungkan
dengangenerator listrik sehingga menghasilkan listrik.
2.3.1
Teknologi oscilatting water column (OWC)
Pada
teknologi OWC ini, digunakan tekananudara dari ruangan kedap air untuk
menggerakkanwhells turbine yang nantinya pergerakan turbin
inidigunakan untuk menghasilkan energi listrik.Ruangan kedap air ini dipasang
tetap dengan strukturbawah terbuka ke laut. Tekanan udara pada ruangankedap air
ini disebabkan oleh pergerakan naik-turundari permukaan gelombang air laut.
Gerakangelombang di dalam ruangan ini merupakan gerakancompresses
dan gerakan decompresses
yang ada diatas tingkat air di dalam
ruangan. Gerakan inimengakibatkan, dihasilkannya sebuah alternatingstreaming
kecepatan tinggi dari udara. Aliran
udaraini didorong melalui pipa ke turbin generator yang
digunakan untuk menghasilkan listrik.
Sistem OWCini dapat ditempatkan permanen di pinggir pantaiatau bisa juga
ditempatkan di tengah laut. Padasistem yang ditempatkan di tengah laut, tenaga
listrikyang dihasilkan dialirkan menuju transmisi yang adadi daratan
menggunakan kabel laut.
2.3.2
Kerapatan energi yang dihasilkan PLTGL OWC
Dalam
menghitung besarnya energigelombang laut dengan metode oscilatting
watercolumn (OWC),
hal yang pertama yang harusdiketahui adalah ketersediaan akan energi
gelombanglaut. Total energi gelombang laut dapat diketahuidengan menjumlahkan
besarnya energi kinetik danenergi potensial yang dihasilkan oleh gelombang
lauttersebut. Energi potensial adalah energi yangditimbulkan oleh posisi
relatif atau konfigurasigelombang laut pada suatu sistem fisik. Bentukenergi
ini memiliki potensi untuk mengubah keadaanobjek-objek lain di sekitarnya,
contohnya,konfigurasi atau gerakannya. Besarnya energipotensial dari gelombang
laut dapat dihitung denganpersamaan sebagai berikut (University
ofMichigan,2008):
Dimana:
m = wρy : Massa Gelombang (kg)
ρ : massa jenis air laut (kg/m3)
w : lebar gelombang (m) (diasumsikan
sama denganluas chamber pada OWC).
Y = y(x,t) = a sin(kx-ωt) (m) :
persamaan gelombang(diasumsikan gelombang sinusoidal).
a = h/2 : amplitudo gelombang.
h = ketinggian gelombang (m)
λ : panjang gelombang (m)
T :
periodegelombang (sec)
Maka persamaan
energi potensial ini dapat ditulis sebagai berikut:

Selanjutnya
dihitung besarnya energi potensial gelombang lebih dari 1 periode, diasumsikan
bahwa gelombang hanya merupakan fungsi dari x terhadap waktu, sehingga
didapatkan persamaan y(x,t) = y(x). Jadi didapatkan:
Berdasarkan
persamaan K =
dan ω =
, maka didapatkan
persamaan :
Besarnya energi
kinetik lebih dari 1 periode adalah sebanding dengan besarnya energi potensial yang
dihasilkan.
Dimana energi
kinetik adalah bagian energi yang berhubungan dengan gerakan dari gelombang
laut. Setelah besarnya energi potensial dan energi kinetic diketahui, maka
dapat dihitung total energi yang dihasilkan selama lebih dari 1 periode dapat
dicari dengan menggunakan persamaan:
Total energi
yang dimaksud disini adalah jumlah besarnya energi yang dihasilkan gelombang
laut yang didapatkan melalui penjumlahan energi potensial dan energi kinetik
yang dimilikinya. Melalui persamaan diatas, maka dapat dihitung besarnya energy density (EWD), daya
listrik (PW), dan power
density (PWD) yang dihasilkan gelombang laut. Untuk menetukan besarnya
energy density (EWD) yang
dihasilkan gelombang laut digunakan persamaan berikut ini.

Energy density adalah besarnya
kerapatan energi yang dihasilkan gelombang laut tiap 1 satuan luas permukaan.
Untuk menentukan besarnya daya listrik (PW) yang dihasilkan gelombang laut digunakan
persamaan berikut ini.
Dimana wave power adalah besarnya
daya listrik yang mampu dihasilkan oleh gelombang laut. Untuk menetukan
besarnya power density (PWD) yang
dihasilkan gelombang laut digunakan persamaan 2.11 berikut ini.
3.
METODE ANALISIS
Metode yang
digunakan untuk analisis hasilpenelitian ini adalah dengan langkah sebagai
berikut:
1.
Analisispemetaantopografiperairanlaut di kawasanJimbaran.
2.
Analisisbesarnyaenergidan yang dihasilkangelombanglautdenganpenggunaan
PLTGLOWC di lokasi yang direncanakan ( laut yang ada di kawasanJimbaran).
3.
Analisispenggunaan PLTGL-OWC di lokasi yang direncanakan (
laut yang ada di kawasanJimbaran)
4. PEMBAHASAN
4.1.
Gambaran Umum Pulau Bali
Provinsi
Bali terdiri dari beberapa pulau, yakni Pulau Bali sebagai pulau terbesar dan
pulau-pulaukecil lainnya yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau NusaCeningan, Pulau
Nusa Lembongan, Pulau Serangandan Pulau menjangan. Secara geografis, Provinsi
Baliterletak pada titik koordinat 8003’40” - 8050’48” LSdan 114025’53” –
115042’40” BT, dengan batas-bataswilayah sebagai berikut:
•Sebelah Utara adalah Laut Bali
•Sebelah Timur adalah Selat lombok
•Sebelah Selatan adalah Samudra Hindia
•Sebelah Barat adalah Selat bali
4.2 Lokasi Rencana Penempatan PLTGL-OWC
Lokasi
rencana penempatan PLTGL-OWCadalah di laut yang ada di kawasan Jimbaran,
yaitupada kedalaman laut 50 m dan terletak ± 2,8 km darigaris pantai. Sedangkan
luas dari lokasi rencanapenempatan PLTGL-OWC ini adalah ± 630 m2(sesuai dengan
luas disain OWC)

Gambar 4. Lokasi rencana penempatan PLTGL-OWC
(sumber: Google Earth,2008)
Pola
ketinggian gelombang laut yang terjadi dikawasan ini tergolong konstan dan
cukup besar, halini dikarenakan laut yang ada di kawasan iniberhadapan langsung
dengan laut lepas (SamudraHindia). Oleh karena itu laut di kawasan ini
sangatpotensial untuk dikembangkan pembangkit listriktenaga gelombang laut
(PLTGL) .
4.3 Skema PLTGL-OWC
Pembangkit
listrik tenaga gelombang lautdengan teknologi oscilatting
water column iniditempatkan di tengah laut dan dibuat di atas sebuahponton yang
dipancangkan di dasar lautmenggunakan kawat baja. Listrik yang
dihasilkandialirkan melalui kabel transmisi menuju ke daratan.

Gambar 5. Skema oscilatting water column
( Sumber: Graw, 1996)
Sistem
pembangkit listrik ini terdiri darichamber berisi udara yang berfungsi
untukmenggerakkan turbin, kolom tempat air bergerak naikdan turun melalui
saluran yang berada di bawahponton dan turbin yang terhubung dengan
generator.Gerakan air naik dan turun yang seiring dengangelombang laut
menyebabkan udara mengalir melaluisaluran menuju turbin.Sistem yang berfungsi
mengkonversi energimekanik menjadi listrik ( turbin, generator)diletakkan di
atas permukaan laut dan terisolasi dariair laut dengan meletakkannya di dalam
ruang khususkedap air, sehingga bisa dipastikan tidak bersentuhandengan air
laut. Dengan sistem yang dimilikinya,pembangkit listrik ini bisa memanfaatkan
efisiensioptimal dari energi gelombang dengan meminimalisirgelombang-gelombang
yang ekstrim. Efisiensioptimal bisa didapat ketika gelombang dalam
kondisinormal.Skema pergerakan gelombang laut denganoscilating water column
(OWC) terdiri dari 2 jenisaliran, yaitu aliran udara masuk dan aliran
udarakeluar.

Gambar 6. Skema pergerakan gelombang laut pada
oscilatting water column
Dari
gambar 6 terlihat bahwa skema pergerakangelombang laut dalam OWC terdiri dari 2
jenis aliranudara, yaitu:
•Aliran udara keluar
Pada
aliran udara keluar ini, skema pergerakangelombang laut dapat dijelaskan
sebagai berikut:pertama diawali dari naiknya permukaan gelombanglaut sehingga
menyebabkan udara di dalam chamberbergerak naik karena ada tekanan dari
gelombanglaut (proses 1). Kemudian udara tersebut masukmelewati katub A menuju
ke ruangan X (proses 2).Setelah itu udara ini mengalir menuju ruangan Y,dimana
aliran udara ini menyebabkan turbin berputar(proses 3). Pada proses ini, energi
kinetik yangdihasilkan oleh perputaran turbin dikopel dengangenerator sehingga
menghasilkan energi listrik.Kemudian setelah melewati turbin, udara
bertekananini mengalir melewati katub D dan selanjutnya mengalir keluar dari OWC
(proses 4).
•Aliran udara masuk
Pada
aliran udara masuk ini, skema pergerakangelombang laut dapat dijelaskan sebagai
berikut:pertama diawali dari turunnya permukaan gelombanglaut sehingga
menyebabkan udara dari luar masukmelewati katub C (proses 1). Kemudian
udaratersebut masuk melewati katub C menuju ke ruanganX (proses 2). Setelah itu
udara bertekanan inimengalir menuju ruangan Y, dimana aliran udarabertekanan
ini menyebabkan turbin berputar (proses3). Pada proses ini, energi kinetik yang
dihasilkanoleh perputaran turbin dikopel dengan generatorsehingga menghasilkan
energi listrik. Kemudiansetelah melewati turbin, udara bertekanan inimengalir
melewati katub B dan selanjutnya mengalir menuju kedalam chamber diikuti dengan
turunnyapermukaan air laut.
4.4
Disain PLTGL-OWC
Melihat
dari topografi dasar laut yangdimilikinya, serta ketinggian gelombang laut di
lokasiyang direncanakan, maka disain pembangkit listriktenaga gelombang laut
yang ideal untuk digunakandigunakan di lokasi yang direncanakan adalah disainenergetech. Energetech adalah salah satu disainPLTGL yang
dirancang dengan menggunakan sistemOscilatting water
column (OWC).
Disain ini biasanyaditempatkan pada
kedalaman laut mulai dari perairandangkal hingga kedalaman 50 m (150 kaki).
Disainenergetech ini memiliki lebar 35 m dan panjang 18 m(EPRI,2007). Selain
itu disain energetech inimenggunakan parabolic focusing wall
yang lebarnyasama dengan lebar chamber
yaitu sebesar 35 m,
yangmana berfungsi untuk memfokuskan
pergerakangelombang laut menuju OWC. Dimana nantinya padaOWC, terjadi proses
pengkonversian energigelombang laut menjadi energi listrik. Disain inidipasang
dengan cara ditambatkan di dasar lautdengan menggunakan beberapa buah kaki (piles).Spesifikasi dari disain dapat dilihat
pada tabel 1berikut ini:
4.5. Analisis besarnya energi dan daya
Energi
yang dihasilkan PLTGL-OWC iniberasal dari gerakan naik-turun gelombang laut yangterjadi.
Untuk menghitung besarnya potensi energigelombang laut pada lokasi yang
direncanakandilakukan dengan beberapa tahapan seperti berikut:
4.5.1 Perhitungan energi potensial
Untuk
menghitung besarnya energi potensialyang dihasilkan gelombang laut dengan penggunaanteknologi
oscilatting water column (OWC)digunakan persamaan 2.9. Berikut ini
adalahbesarnya energi potensial yang dihasilkan gelombanglaut di lokasi yang
direncanakan pada tanggal 1Januari 2007.
Untuk tanggal 1 Januari 2007, diketahui:
•Lebar
chamber owc (w) = 35 m
•Massa
jenis air laut (ρ) = 1030 kg/m3
•Besarnya
gravitasi bumi (g) = 9,81 m/dt
•Ketinggian
gelombang laut (H) = 1,1925 m
•Panjang
gelombang (λ) = 262,1376 m
Maka besarnya energi potensial yang dihasilkangelombang dengan
penggunaan PLTGL-OWCadalah sebagai berikut:

Tabel 1... Energi potensial yang dihasilkan gelombang lautdengan PLTGL-OWC
setiap bulannya selama 1tahun.

Besarnya energi potensial setiap bulannya
yangdihasilkan gelombang laut dengan penggunaanPLTGL-OWC di lokasi yang
direncanakan dapatdilihat pada tabel 1.Melihat data di atas, dapat disimpulkan
bahwabesarnya energi potensial yang dihasilkan gelombanglaut dengan penggunaan
PLTGL-OWC di lokasiyang direncanakan cukup konstan, seperti terlihatpada gambar
7.

Gambar
7. Grafik energi potensial minimum yang
dihasilkan
gelombang laut dengan PLTGL-OWC
setiap
bulannya selama 1 tahun.
Gambar 7
menunjukkan grafik besarnyaenergi potensial minimum yang dihasilkangelombang
laut dengan penggunaan PLTGL-OWC dilokasi yang direncanakan setiap bulannya
mulai daribulan Januari-Desember.
4.5.2.
Perhitungan energi kinetik
Besarnya
energi kinetik yang dihasilkangelombang laut dengan penggunaan PLTGL-OWCadalah
sebanding dengan besarnya energi potensialyang dihasilkan. Untuk menghitung
besarnya energikinetik yang dihasilkan gelombang laut denganpenggunaan
PLTGL-OWC. Berikut ini adalahperhitungan besarnya energi kinetik yang
dihasilkangelombang laut dengan penggunaan PLTGL-OWC dilokasi yang direncanakan
pada tanggal 1 Januari2007.
Untuk tanggal 1 Januari 2007,
diketahui:
•Lebar chamber owc (w) = 35 m
•Massa jenis air laut (ρ) = 1030 kg/m3
•Besarnya gravitasi bumi (g) = 9,81 m/dt
•Ketinggian gelombang laut (H) = 1,1925
m
•Panjang gelombang (λ) = 262,1376 m
Maka perhitungan besarnya energi
kinetik yangdihasilkan gelombang laut dengan penggunaanPLTGL-OWC adalah sebagai
berikut.

Besarnya energi kinetik
yang dihasilkangelombang laut dengan penggunaan PLTGL-OWCsetiap bulannya di
lokasi yang direncanakan dapatdilihat pada tabel 2.
Tabel 2.. Energi kinetik yang dihasilkan gelombang lautdengan PLTGL-OWC
setiap bulannyaselama 1 tahun

Tabel 2
menunjukkan besarnya energi kinetikyang dihasilkan gelombang laut dengan
penggunaanPLTGL-OWC setiap bulannya mulai dari bulanJanuari – Desember 2007.
Dari tabel 2, dapatdiketahui bahwa besarnya energi kinetik yangterendah yang
dihasilkan gelombang laut denganpenggunaan PLTGL-OWC adalah sebesar 46,295
J.Sedangkan untuk energi kinetik yang tertinggi yangdihasilkan gelombang laut
dengan penggunaanPLTGL-OWC adalah sebesar 8239491,084 J.Melihat data diatas,
dapat disimpulkan bahwabesarnya energi kinetik yang dihasilkan gelombanglaut
dengan penggunaan PLTGL-OWC di lokasiyang direncanakan cukup konstanBesarnya
energi kinetik maximum yangdihasilkan gelombang laut dengan penggunaanPLTGL-OWC
di lokasi yang direncanakan setiapbulannya mulai dari bulan Januari-Desember
2007.Energi kinetik maximum tertinggi terjadi bulanJanuari dan Desember,
sedangkan energi kinetikmaximum terendah terjadi pada bulan Februari danMei.
Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan tinggigelombang maximum yang terjadi
saat itu.
4.5.3.
Perhitungan total energi
Untuk
menghitung besarnya total energi yangdihasilkan gelombang laut dengan
penggunaan
teknologi oscilatting
water column (OWC)
di lokasiyang direncanakan digunakan persamaan berikut:
Berikut ini
adalah perhitungan besarnya totalenergi yang dihasilkan gelombang laut di
kawasantersebut pada tanggal 1 Januari 2007.
Untuk tanggal 1 Januari 2007,
diketahui:
•Lebar chamber (w) = 35 m
•Massa jenis air laut (ρ) = 1030 Kg/m3
•Besarnya gravitasi bumi (g) = 9,81 m/dt
•Ketinggian gelombang laut (H) = 1,1925
m
•Panjang gelombang (λ) = 262,1376 m
Maka besarnya total energi yang
dihasilkangelombang laut dapat dihitung denganmenggunakan persamaan:

Sedangkan
untuk besarnya total energi yangdihasilkan gelombang laut dengan
penggunaanteknologi oscilatting water column (OWC) setiapbulannya di kawasan tersebut
seperti pada tabel 3.
4.5.4
Perhitungan energy density (EWD) yangdihasilkan gGelombang laut
denganPLTGL-OWC.
Setelah
total energi diketahui, maka dapatdihitung besarnya energy
density (EWD)
yangdihasilkan gelombang laut dengan penggunaanPLTGL-OWC di lokasi yang
direncanakan. Untukmenghitung besarnya energy density (EWD) yangdihasilkan gelombang laut
dengan penggunaanPLTGL-OWC di laut di kawasan tersebut.
Tabel 3. Total Energi yang dihasilkan
gelombang lautdengan PLTGL-OWC setiap bulannya selama 1 tahun

Berikut ini adalah perhitungan besarnya
energydensity
pada tanggal 1 Januari 2007.
Untuk tanggal 1 Januari 2007,
diketahui:
•Massa jenis air laut (ρ) = 1030 Kg/m3
•Besarnya gravitasi bumi (g) = 9,81 m/dt
•Ketinggian gelombang laut (H) = 1,1925
m
Maka perhitungan besarnya energy
density yangdihasilkan
gelombang laut adalah sebagaiberikut:

Energy
density maximum
yang dihasilkangelombang laut dengan penggunaan PLTGL-OWC dilokasi yang
direncanakan setiap bulannya mulai daribulan Januari-Desember 2007.
4.5.5
Perhitungan daya listrik yang dihasilkangelombang laut dengan PLTGL-OWC.
Untuk
menghitung besarnya daya listrik yangdihasilkan gelombang laut dengan
penggunaanPLTGL-OWC di laut di kawasan Jimbarandigunakan persamaan 2.13.
Berikut ini adalahperhitungan besarnya daya listrik yang dihasilkangelombang
laut dengan penggunaan PLTGL-OWC dikawasan tersebut pada tanggal 1 Januari
2007.
Untuk tanggal 1 Januari 2007,
diketahui:
•Besarnya total energi yang
dihasilkangelombang laut (EW) = 16478982.17 J
•Besarnya periode gelombang laut (T)
=1.8424 detik.
Maka perhitungan besanya daya listrik
yangdihasilkan gelombang laut dengan penggunaanPLTGL-OWC adalah sebagai
berikut:

Sedangkan
untuk besarnya daya listrik yangdihasilkan gelombang laut dengan penggunaan teknologi
oscilatting
water column (OWC)
setiapbulannya dapat dilihat pada tabel 4.Tabel 4 menunjukkan besarnya daya
listrik yangdihasilkan gelombang laut dengan penggunaan PLTGL-OWC setiap bulannya
mulai dari bulan Januari – Desember 2007.
Tabel 4. Daya listrik yang dihasilkan gelombang
lautdengan PLTGL-OWC setiap bulannya selama1 tahun

Dari
tabel 4 dapat diketahui bahwa besarnyadaya listrik yang dihasilkan gelombang
laut denganpenggunaan PLTGL-OWC yang tertinggi adalahsebesar 4174007,6410 Watt,
sedangkan yangterendah adalah sebesar 175, 892339 Watt. Melihatdata diatas,
terlihat bahwa daya listrik yangdihasilkan gelombang laut di kawasan
Jimbarancukup besar.
4.5.6....Perhitungan power density (PWD) yangdihasilkan gelombang
laut DenganPLTGL-OWC.
Setelah
besarnya daya listrik diketahui, makabesarnya power
density (PWD)
yang dihasilkan
gelombang laut dengan
penggunaan PLTGL-OWC dilaut di kawasan Jimbaran dapat dihitung. Berikut iniadalah
perhitungan besarnya power density padatanggal 1 Januari
2007.Maka perhitungan besarnya power
density yangdihasilkan
gelombang laut dengan penggunaanPLTGL-OWC adalah sebagai berikut

5.
KESIMPULAN
Dari
analisis pada bab sebelumnya, maka dapatdiambil beberapa kesimpulan sebagai
berikut:Dari analisis pada bab sebelumnya, maka dapatdiambil beberapa
kesimpulan sebagai berikut:
1.
Denganpenggunaanpembangkitlistrik tenagagelombang laut
dengan dengan teknologioscilatting water
column (PLTGL-OWC)
di lautdi kawasan Jimbaran dapat dihasilkan energiyang tertinggi adalah sebesar
16.478.982,17Joule dan yang terendah adalah sebesar 92,5897Joule. Sedangkan
untuk daya listrik yang mampudihasilkan dengan penggunaan pembangkitlistrik
tenaga gelombang laut dengan teknologioscilatting
water column (PLTGL-OWC)
dilokasi tersebut yang tertinggi adalah sebesar4.174.007,641 Watt dan yang
terendah adalahsebesar 175,892 Watt.
2.
Denganmelihatpotensiketinggian gelombanglaut yang cukup
besar dan konstan serta besarnyaenergi dan daya listrik yang mampu
dihasilkan,maka pembangkit listrik tenaga gelombang lautdengan penggunaan
teknologi oscilatting watercolumn (PLTGL-OWC) cukup potensialdibangun di
lokasi laut di kawasan Jimbaran,tepatnya pada pada kedalaman 50 m daripermukaan
laut dan berjarak ± 2,8 Km dari garispantai Jimbaran.
BAB
III
PENUTUP
Menurut kami,di Bali saat ini, telah berdiri beberapa
jenis pembangkit listrik. Pembangkit-pembangkit itu adalahpembangkit listrik
tenaga diesel, pembangkit listrik tenaga uap, dan pembangkit listrik tenaga
gas. Dari semua jenispembangkit yang telah ada, keseluruhannya tergantung dari
pemakaian bahan bakar yang berasal dari pembakaranfosil yang berumur jutaan
tahun yaitu batu bara dan minyak bumi. Keseluruhan pembangkit-pembangkit yang
sudahada ini, tentu saja menimbulkan beberapa permasalahan baik itu terhadap
lingkungan, kesehatan dan ekonomi.Untuk mengantisipasi hal tersebut maka dilakukan
suatu upaya dengan penyediaan energi listrik berbahan bakaralternatif yang
sifatnya non konvensional yakni pembangkit listrik tenaga gelombang laut.
Pembangkit listrik tenagagelombang laut ini menggunakan teknologi oscilatting
water column (PLTGL-OWC).
Energi gelombangmerupakan energi yang sifatnya dapat diperbaharui dan ramah
lingkungan, serta selalu tersedia sepanjang waktu.
Penelitian
ini mengananalisis mengenai besarnya energi yang dihasilkan gelombang laut
dengan penggunaanteknologi oscilatting water column (OWC) di perairan Samudra Hindia,
tepatnya di laut yang ada di kawasanJimbaran. Adapun tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui besarnya energi yang dihasilkan gelombanglaut dengan
penggunaan teknologi oscilatting water column (OWC) di laut yang ada di kawasan
Jimbaran.
Manfaatpenelitian
ini dapat digunakan sebagai acuan untuk perencanaan pembangunan suatu
pembangkit listrik tenagagelombang laut di laut yang ada di kawasan Jimbaran,
sehingga diharapkan nantinya mampu membangkitkan dayalistrik guna melayani
konsumen yang ada di pulau Bali. Metode yang digunakan adalah dengan
menganalisisbesarnya energi dan daya listrik yang mampu dihasilkan gelombang
laut dengan penggunaan PLTGL-OWC di lautyang ada di kawasan Jimbaran.
Hasilpenelitian
didapatkan bahwa dengan penggunaan pembangkit listrik tenaga gelombang laut
denganteknologi oscilatting water column (PLTGL-OWC) di laut di kawasan Jimbaran
dapat menghasilkan energi yangtertinggi adalah sebesar 16.478.982,17 Joule dan
yang terendah adalah sebesar 92,5897 Joule. Sedangkan untukdaya listrik yang
mampu dihasilkan dengan penggunaan pembangkit listrik tenaga gelombang laut
dengan denganteknologi oscilatting water column (PLTGL-OWC) di lokasi tersebut yang
tertinggi adalah sebesar 4.174.007,641Watt dan yang terendah adalah sebesar
175,892 Watt.
6.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Arismunandar, W. 2004. Penggerak
MulaTurbin. Bandung :
ITB.
[2] Arismunandar, W. 2004. Teknik
TenagaListrik Jilid 1.
Jakarta : Pradnya Paramitha.
[3] Mandiharta, A. 2007. Kajian
PotensiPengembangan Energi Pasang Surut SebagaiEnergi Alternatif. Bukit Jimbaran : ProgramStudi Teknik
Elektro Fakultas TeknikUniversitas Udayana.
[4] Nafika, I. 2008. Pemanfaatan
Energi OmbakSebagai Pembangkit Tenaga Listrik.www.beritanet.com . diakses hari Rabu 10September 2008.
[5] Navarro, D, dkk. 2007. California
Ocean WaveAssessment.
California : Electric PowerResearch Institute.
[6] Pontes, M.T. 2001. Ocean
Energies Resourcesand Utilisation. Portugal : Instituto SuperiorTecnico.
[7] Pudjanarsa, A. 2006. Mesin
Konversi Energi.Yogyakarta
: ANDI.
[8] Vining, J. 2005. Ocean
Wave EnergiConversion.
Madison : University ofWisconsin.
[9] Waldopo, dkk. 2008. Perairan
Darat danLaut.
www.google.com. Diakses hari Sabtu 20september 2008.
[10] -----------. 2004. Rencana
UmumKetenagalistrikan Daerah (RUKD) ProvinsiBali. Bali: Bappeda Provinsi Bali.
[11] -----------,
2007. Californian
Ocean WaveEnergy Assesment. USA: EPRI (Electric PowerResearch Institute).
[12] -----------, 2008. Bali
Map Info.www.support@baliacces.com.
Diakses padahari Kamis, 11 Desember 2008.
[13] -----------, 2008. Wave
Energy Conversions.USA : Departement of Naval Architecture andMarine
Enginering.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar